<
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Baru 354 puskesmas di Papua yang miliki cold chain
  • Jumat, 20 Juli 2018 — 16:59
  • 761x views

Baru 354 puskesmas di Papua yang miliki cold chain

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Manular (P2M) Dinas Kesahatan Papua dr. Aaron Rumainum saat berada di dalam cold room (kamar pendingin) yang kapasitasnya cukup besar untuk penyimpanan vaksin MR - Jubi/Roy Ratumakin.
◕‿◕Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Manular (P2M) Dinas Kesahatan Papua dr. Aaron Rumainum menjawab pertanyaan Jubi terkait penyimpanan vaksin campak dan rubella pada imunisasi massal MR yang akan dilakukan serentak di tanah Papua pada 1 Agustus 2018 mendatang.◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan Papua menyebut, dari 450 puskesmas yang ada di tanah Papua baru 354 puskemas yang memiliki Cold Chain atau vaksin refrigerator (kulkas penyimpan vaksin) .

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Manular (P2M) Dinas Kesahatan Papua dr. Aaron Rumainum menjawab pertanyaan Jubi terkait penyimpanan vaksin campak dan rubella pada imunisasi massal MR yang akan dilakukan serentak di tanah Papua pada 1 Agustus 2018 mendatang.

"Memang masih kurang karena masih ada 92 puskesmas yang tersebar di sejumlah kabupaten diantaranya Kabupaten Paniai, Doiyai, Deyai, Intan Jaya, Yahukimo, Tolikara, Nduga, Lanny Jaya, dan Kabupaten Jayawijaya belum memiliki Cold Chain, namun kami sudah menyurat ke Kemenkes untuk peengadaan Cold Chain kepada 92 puskesmas yang tersisa," kata Aaron Rumainum, Jumat (20/7/2018) di Jayapura.

Menurut Aaron Rumainum, vaksin campak dan rubella adalah vaksin live attenuated (vaksin hidup yang dilemahkan) apabila diletakkan di dalam rungan atau suhu kamar, maka akan bertahan kurang lebih 14 hari. Dengan rentang waktu itu, sehingga pihaknya dapat melakukan vaksinasi kepada balita dan anak sebelum vaksin tersebut rusak.

"Ada cara atau trik agar vaksin tersebut tidak rusak, apalagi khususnya di daerah pegunungan Papua yang terkenal dengan suhu yang dingin. Salah satu caranya adalah memasukkan vaksin ke dalam kantong platik dan diikat rapat selanjutnya di rendam dalam air yang dingin atau kali. Intinya bahwa vaksin tersebut tidak terbuka atau keemasukan air. Ini untuk mengakali kalau di daerah tersebut tidak memiliki Cold Chain," ujarnya.

Suhu pada Cold Chain sendiri menurutnya 2-8 derajat celcius dan vaksi tersebut dapat digunakan dalam batas waktu enam jam. Disinggung tentang alat penyimpanan yang ada di provinsi, Rumainum mengatakan bahwa di provinsi dikenal dengan cold room (kamar pendingin) yang kapasitasnya cukup besar.

"Cold room dapat menyimpan 20 ribu vaksin. Kami berharap semua proses ini bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga kita bisa mengeliminasi campak dan pengendalian rubella pada tahun 2020 mendatang," katanya.

Sebelumnya, Anung Sugihantono dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan, sesuai data yang dimiliki Dirjen Kesehatan RI angka kejadian rubella tidak terlalu besar dalam hitungan proporsi jumlah penduduk, tapi resikonya cukup besar.

"Kita ketahui bersama bahwa hal ini bisa dicegah, mengapa kita tidak lakukan pencegahan secara massal yang memang sudah diakui dan diyakini bahwa pencegahan ini bisa kita lakukan secara massal maka kita lakukan," ujarnya. (*)

 

Reporter :Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Dinkes Papua baru kirim vaksin MR untuk campak dan rubella ke 21 kabupaten

Selanjutnya

Dinkes Papua: 100 ribu vaksin untuk 1 juta anak di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua