<
Show/Hide
  1. Home
  2. Nusa
  3. Kabupaten di provinsi Yogyakarta ini rawan kekeringan
  • Minggu, 15 Juli 2018 — 12:57
  • 671x views

Kabupaten di provinsi Yogyakarta ini rawan kekeringan

Ilustrasi, sejumlah pohon yang mati ekeringan,pixabay.com
◕‿◕Tercatat paling rawan mulai dari Kecamatan Piyungan ke selatan, yaitu Pleret Dlingo dan Imogiri itu semuanya rawan kekeringan.◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Bantul, Jubi- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan beberapa kecamatan di daerah perbukitan daerah setempat rawan kekeringan saat musim kemarau. Tercatat paling rawan mulai dari Kecamatan Piyungan ke selatan, yaitu Pleret Dlingo dan Imogiri itu semuanya rawan kekeringan.

“Itu kawasan rawan sehingga perlu diantisipasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto di Bantul, Minggu, (15/7/2018).

Menurut Dwi, ancaman krisis air dan kekeringan tersebut akibat sumber air di kawasan itu terbatas, sehingga saat musim kemarau ketersediaan air tidak mencukupi kebutuhan semua masyarakat.

Ia mencatat setidaknya ada 24 desa yang tersebar di tujuh kecamatan yang ada di perbukitan, oleh sebab itu perlu ada upaya antisipasi kekeringan dengan bantuan air bersih dan sinergi dalam penyediaan air bersih.

"Kami sangat mendukung program sinergitas penyediaan air bersih, harapan kita masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) ikut membantu untuk mendukung daerah-daerah yang rawan kekeringan," kata Dwi menjelaskan.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah setempat dalam upaya kebijakan sinergitas kebijakan penyediaan air bersih itu dengan membangun sarana penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).

Program sinergitas antara Pamsimas dengan PDAM itu akan dilakukan secara terus-menerus, dengan  sinergitas agar tidak tumpang tindih terhadap program lain yang kegiatanya untuk membantu masyarakat.

Sedangkan antisipasi dari BPBD dalam jangka pendek dengan menyiapkan sekitar 560an tangki berisi air bersih untuk didistribusikan ke masyarakat yang mengalami kesulitan air karena dampak kemarau 2018.

"Dari BUMN dan BUMD kalau dia mengucurkan dana akan kami wujudkan dalam bentuk tampungan air, sehinga memudahkan petugas kami untuk distribusikan air di tempat-tempat penampungan yang sudah disiapkan," katanya.

Tercatat saat ini sudah ada dua armada tangki untuk droping air yang dimiliki BPBD Bantul, selain itu dari PDAM Bantul juga membantu dua armada serta dua armada lain dari Palang Merah Indonesia (PMI). (*)

 

Reporter :ANTARA
Editor : Edi Faisol
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Korban perampokan rumah mewah di Pekanbaru ternyata terpidana korupsi

Selanjutnya

Kapal Jerman pegangkut gas berhasil dievakuasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua