<
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Panitia MACFest klarifikasi kepesertaan Indonesia dan pengibaran BK
  • Kamis, 12 Juli 2018 — 17:48
  • 3612x views

Panitia MACFest klarifikasi kepesertaan Indonesia dan pengibaran BK

Ketua Komite MACFEST dan Sekretaris Permanen Kementerian Kebudayaan dan Turisme, Andrew Nihopara – Jubi/ Solomonstar News
◕‿◕“Kami sudah kirim undangan ke Jakarta melalui proses kenegaraan biasa namun kami belum mendapat respon apapun dari mereka," ujarnya. ◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi - Seluruh negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) telah diundang berpartisipasi dalan Festival Budaya Melanesia tahun ini di Honiara.

Hal itu diungkap oleh Komite Pengorganisasian Nasional Melanesian Arts and Cultural Festival (MACFest) ke-6. 

Ketua Komite MACFEST dan Sekretaris Permanen Kementerian Kebudayaan dan Turisme, Andrew Nihopara, memberikan klarifikasinya di Honiara, Selasa (10/7/2018), menjawab kritik dan sentimen yang disebarkan oleh kelompok-kelompok tertentu dan individu terkait absennya provinsi-provinsi Melanesia di Indonesia pada festival itu. 

“Komite saya sudah secara resmi mengundang seluruh negara anggota temasuk orang Melanesia di negara-negara lain seperti Indonesia, Timor Leste, dan Torres Strait Islands di Australia,” kata Nihopara. 

Menurutnya ketidakhadiran Provinsi-provinsi Melanesia di Indonesia, seperti Papua dan Papua Barat, menjadi urusan Pemerintah Indonesia untuk dapat menjelaskan. 

“Kami sudah kirim undangan ke Jakarta melalui proses kenegaraan biasa namun kami belum mendapat respon apapun dari mereka," ujarnya. 

Undangan yang dikirimkan panitia tesebut menurut Nihopara secara spesifik menyebut provinsi-provinsi Melanesia yang dimaksud, yakni Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Nihopara menampik tudingan kelompok-kelompok dan individu yang menyalahkan pemerintah, khususnya Komite Pengorganisasian Nasional, yang tidak mengundang Melanesia di Indonesia, sebagai tidak berdasar. 

“Komite saya sudah menyiapkan pondok tradisional bagi provinsi-provinsi Melanesia di Indonesia di areal Kampung Festival guna mengantisipasi kehadiran mereka, namun kami belum menerina respon apapun dari Jakarta setelah undangan kami kirimkan dan sejumlah upaya lain dilakukan," kata dia.  

Selanjutnya terkait insiden Sabtu (7/7) lalu dimana Polisi menyita bendera Bintang Kejora (BK) dari seorang aktivis HAM, Ben Didiomea, yang membentangkan bendera itu dan mendapat penentangan dari seorang petugas aparat Indonesia, Nihopara menyatakan hal itu hanyalah kejadian kecil yang tak terkait dengan MACFest. 

Dia mengatakan kelompok-kelompok dan individu tersebut memiliki hak untuk mengungkapkan pendapat dan kepedulian mereka, namun ada proses yang lebih sesuai diikuti untuk menghindari konfrontasi dan masalah-masalah dengan aparat penegak hukum di festival tersebut. 

Kehadiran polisi di areal utama acara tersebut, kata dia, hanya bertujuan untuk pengamanan acara festival atas dasar kepentingan keamanan nasional.

MACFest keenam itu telah ditutup Selasa (10/10) lalu. 

Sabtu lalu, Ben Didiomea, aktivis lokal yang membentangkan bendera Bintang Kejora itu mengaku ia ditangkap oleh polisi setempat, usai membentangkan bendera Bintang Kejora di depan stand Indonesia.

“Meskipun Polisi Kepulauan Solomon menangkap saya hari ini (Sabtu) karena mengibarkan bendera Bintang Kejora di depan stand Indonesia. Saya tidak akan pernah menyerah untuk memperjuangkan saudara-saudari Melanesia saya di West Papua,” ujar Didiomea. (*)

Reporter :Admin Jubi
Editor : Zely Ariane
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

PM PNG dorong masalah Papua dibawa ke komite dekolonisasi PBB

Selanjutnya

Freeport Indonesia dapat 20 tahun lagi, Pemerintah RI "kantongi" 51 persen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua