<
Show/Hide
  1. Home
  2. Pilkada Papua
  3. Kapolda Papua: Pendidikan politik untuk hindari konflik Pilkada
  • Jumat, 25 Mei 2018 — 22:11
  • 1062x views

Kapolda Papua: Pendidikan politik untuk hindari konflik Pilkada

Suasana diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Papua dengan tema Jurnalis meliput Pilkada rawan konflik – Jubi/Roy Ratumakin.
◕‿◕Rekomendasi Bawaslu menunjukan Papua menjadi daerah urutan pertama rawan konflik pada Pilkada serentak 2018.◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar, mengatakan pendidikan politik perlu diberikan kepada masyarakat untuk menghindari konflik pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Indonesia khususnya di Papua. Pendapat Boy merujuk rekomendasi Bawaslu yang menunjukan Papua menjadi daerah urutan pertama rawan konflik pada Pilkada serentak 2018.

“Papua memiliki pengalaman Pilkada pada 2017 lalu, ada beberapa terjadi PSU di 5 wilayah dan ada wilayah yang konfliknya memakan korban,” kata Kapolda Boy saat diskusi yang  diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Papua, Jumat, (25/5/2018).

Boy mengatakan agar pola pikir masyarakat harus dirubah agar melaksanakan Pilkada dengan gembira dan suka cita. “Bukan menjadikan Pilkada sebagai pesta untuk menjatuhkan satu dengan yang lainnya atau mengakibatkan konflik,” kata Boy menambahkan.

Menurut dia, pemetaan daerah rawan konflik yang dilakukan oleh Bawaslu RI tidak lepas dari persoalan 2017 lalu. Kepolisian daerah Papua juga sudah melakukan diskusi publik dengan beberapa tokoh adat, masyarakat, pemuda dan adat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Pilkada damai. Hal itu dinilai penting karena demokrasi yang demokratis adalah bukan dengan kekerasan.

Pendidikan politik, kata Boy, adalah peran dari pihak pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serta para elit politik. “Makin merosot indeks prestasi kalau setiap kali Pilkada selalu berujung dengan konflik,” katanya.

Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Papua, Yuliana Lantipo, mengharap jurnalis yang meliput Pilkada rawan konflik di Papua dapat memberikan pemahaman tentang keselamatan dan cara bertindak dalam peliputan.

“Pada dasarnya kami semua di Papua ingin Pilkada berjalan lancar dan aman, tanpa adanya lagi kekerasan,” kata Yulana. (*)

 

Reporter :Roy Ratumakin
Editor : Edi Faisol
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Hingga kini, KPU Papua belum miliki data pemilih pemula

Selanjutnya

KPU Papua diminta tidak mengintervensi pencalonan pilkada di Paniai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua