<
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Penyakit hog cholera di Peguteng masih tinggi
  • Jumat, 25 Mei 2018 — 19:13
  • 697x views

Penyakit hog cholera di Peguteng masih tinggi

Penyuntikan vaksin terhadap ternak babi di kelompoktani Yagara, Jayawijaya-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi - Penyakit hog cholera yang sering menular pada Babi di wilayah Pegununungan Tengah dinilai masih tinggi. Pemerintah sedang menekankan pentingnya pemberian vaksin bagi setiap ternak babi untuk pencegahan dan penyadaran masyarakat dapat memahami cara pemberian vaksin.

“Cukup tinggi, sehingga masih menjadi kendala dalam pemeliharaannya dan perlu dilakukan vaksinasi untuk mencegah penyakit itu,” kata Kepala bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi Papua, I Nyoman Polos, kepada wartawan di Wamena, Jumat (24/5/2018).

Menurut dia penyakit hog cholera pada babi ini merupakan virus, sehingga tidak bisa diobati dan harus dilakukan vaksinasi minimal satu tahun sekali.

“Hog cholera ini penyakit menular dan berbahaya, kematian sangat tinggi dan salah satu cara harus vaksin,” kata I Nyoman menambahkan.

Cara penularannya pun melalui kontak antara babi sakit dan sehat, bisa juga dengan kontak dengan bahan-bahan yang tercemar penyakit itu, sehingga cara pencegahannya tidak mendatangkan babi dari daerah yang tertular.

Ia menyebutkan ciri-ciri ternak babi terkena penyakit di antaranya hewan mengalami gemetar, di matanya ada sejenis kotoran, babi jika telah berkumpul dan di telinganya jika babi putih terlihat gurat kemerahan kemudian lima hingga tujuh hari akan mati.

I Nyoman berharap masyarakat yang beternak babi agar memperhatikan sanitasi kandang harus bagus dengan tiga ketentuan harus bersih, hangat dan kering.

“Vaksinasinya juga harus diperhatikan, babi umur lima minggu sudah harus divaksin, kemudian mendatangkan atau memilihara babi sendiri tidak didatangkan dari daerah lain, walaupun terpaksa, harus tanya dulu sudah divaksin apa belum, sehingga kesehatannya betul-betul bisa diperhatikan,” katanya.

Dinas peternakan provinsi sudah membantu vaksin sebanyak 1.500 dosis di Jaywijaya sebulan lalu, begitu juga dengan operasionalnya untuk penanganan hog cholera.

Staf ahli bupati Jayawijaya, drh. I Made Putra, mengatakan pemerintah daerah selama ini telah memberikan berbagai dukungan dalam pembinaan para peternak agar terhindar dari berbagai penyakit.

“Meski memang dinas pertanian khususnya di bidang peternakan masih membutuhkan tenaga dokter hewan maupun para medis lainya, tetapi pembinaan terus dilakukan,” kata I Made Putra. (*)

Reporter :Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pesawat kargo Dirgantara tergelincir di Wamena

Selanjutnya

Binmas Polda bantu pelatihan ternak babi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Object moved

Object moved to here.

wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat