<
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Jadi tersangka, Djuli Mambaya siap kembalikan kerugian negara
  • Minggu, 20 Mei 2018 — 20:12
  • 4174x views

Jadi tersangka, Djuli Mambaya siap kembalikan kerugian negara

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua Djuli Mambaya, - Jubi/Alex
◕‿◕Terkait dugaan korupsi pekerjaan pembangunan terminal penumpang tipe B, di Kabupaten Nabire. ◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua, Djuli Mambaya, mengaku siap mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1.7 miliar, terkait dugaan korupsi pekerjaan pembangunan terminal penumpang tipe B, di Kabupaten Nabire.

"Saya memang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Tipikor Polda Papua. Terkait dengan itu saya tetap patuhi dan hargai kinerja Tipikor yang meminta bantuan BPKP," kata Djuli kepada wartawan, di Jayapura, Minggu (20/5/2018). 

Djuli mengaku pembangunan terminal Nabire ini sudah ada pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2016. Hasil pemeriksaan menyebutkan terdapat kekurangan volume pekerjaan pada divisi struktur dengan jenis pekerjaan beton K-350, senilai Rp169.554.554,04, dan sudah dikembalikan ke kas negara melalui Bank Papua nomor rekening 1000102065776 pada 28 April 2017.

"Tetapi berdasarkan laporan masyarakat dan pemeriksaan BPKP ada lagi temuan senilai Rp1,7 miliar. Saya baru tahu ini semua ketika diantarkan surat tersangka dan itu pun pemberitahuan soal kerugian disampaikan secara lisan," ujar Djuli menjelaskan. 

Ia mengaku sudah diperiksa sebanyak empat kali di Tipikor Polda Papua sebagai saksi. Saat diperiksa Djuli menyampaikan bersedia meminta pihak ketiga untuk mengembalikan lagi, jika terbukti ada kerugian negara.

"Intinya kami ingin kembalikan dulu kerugian negara, yang mana berdasarkan temuan BPK kami sudah kembalikan (Rp 169 juta), namun ternyata ada lagi temuan di tahun 2018 oleh BPKP, pemeriksaan saya dilakukan berdasarkan laporan masyarakat," katanya.

Sampai saat ini ia belum menerima surat atau dokumen yang menyatakan kerugian negara sebesar Rp 1,7 miliar. Bukti kerugian itu dinilai penting untuk menjaga transparansi kepada masyarakat.

Djuli menjelaskan, pengerjaan proyek terminal penumpang tipe B, di Kabupaten Nabire bukan bangunan, tetapi hanya cor beton yang merupakan tahap ketiga yang sudah dikerjakan 100 persen, sehingga ia menolak tudingan proyek itu sebagai pekerjaan fiktif.

Tercatat proyek pembangunan terminal Nabire dengan nilai paket sebesar Rp 7.5 miliar diawali bukti sampel awal sesuai dengan dikeluarkannya surat dari Lap PU melalui tes kubus yang sesuai dengan K-350. 

Sementara dalam pemeriksaan terakhir mutu beton yang dilakukan BPKP memakai alat core drill, yang biasanya dipakai untuk mengukur ketebalan aspal. 
"Ini dilakukan sampai mengenai besi sehingga hasil atau mutu beton jelas turun karena dipengaruhi getaran ,” katanya.

Direktur Reskim Khusus Polda Papua, Kombes Pol Edi Swasono, mengatakan penetapan Djuli Mambaya sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan terminal Nabire dilakukan setelah gelar perkara pada 15 Mei 2018.

"Dari gelar perkara itu, Djuli Mambaya ditetapkan sebagai tersangka saat menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua sekaligus selaku pengguna anggaran," kata Edi. (*)

Reporter :Alexander Loen
Editor : Edi Faisol
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Minat OAP daftar casis POLRI masih minim

Selanjutnya

Akademisi berharap masyarakat Papua menjadi pemilih rasional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua