<
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Prediksi Pasifik: Apa yang akan terjadi di tahun 2018?
  • Senin, 22 Januari 2018 — 19:08
  • 3674x views

Prediksi Pasifik: Apa yang akan terjadi di tahun 2018?

Illustration of Pacific Islands countries flag at 46th Pacific Islands Forum (PIF) in Apia, Samoa 2017 - RNZI
◕‿◕Setelah tahun 2017 yang penuh gejolak, apa yang akan terjadi tahun ini di wilayah Pasifik?◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Setelah  tahun 2017 yang penuh gejolak, apa yang akan terjadi tahun ini di wilayah Pasifik?

Secara politis, pemilihan umum di Fiji mungkin merupakan peristiwa paling penting tahun ini. Masa pencalonan kandidat sekarang sudah dimulai dan negara tersebut akan melakukan poling diantara bulan April hingga Oktober.

Tidak mengherankan, pemerintah Fiji First  yang sekarang menjabat tampak yakin akan kembali terpilih. Pemilu ini akan menyaksikan kembalinya kampanye pemimpin kudeta sebelum menerima reformasi Sitiveni Rabuka, sebagai pemimpin Partai SODELPA.

Walaupun telah tersebar desas-desus tentang pembentukkan aliansi partai oposisi, rumor ini telah dibantah oleh Biman Prasad, pemimpin Partai Federasi Nasional, dan Rabuka. Meskipun keberhasilan dalam pelaksanaan pemilihan umum merupakan salah satu indikator tata pemerintahan yang demokratis, namun masih ada kekhawatiran yang signifikan mengenai kebebasan media.

Kasus pelangaran sedition laws yang diajukan terhadap Fiji Times sepertinya akan terus berlanjut hingga menjelang pemilihan. Selain itu, ada juga kekhawatiran bahwa langkah yang diambil pihak berwenang untuk mengendalikan media sosial telah diatur sedemikian rupa untuk membatasi perdebatan dan pertengkaran online selama masa kampanye.

Perselisihan industri  pelayanan di bandar udara internasional Nadi yang sedang berlangsung melibatkan Air Terminal Services (Fiji Ltd) menimbulkan permasalahan di dalam pemerintah. Keterlibatan militer dalam perselisihan berkelanjutan itu baru-baru ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang komitmen terhadap budaya demokrasi di Fiji.

Di Papua Nugini, berbagai tantangan terus berlanjut setelah pemilihan tahun lalu dan menghasilkan perpindahan sejumlah kursi parlemen.

Namun, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa pengadilan PNG sangat lamban dalam menangani kasus-kasus seperti ini sehingga kecil kemungkinan mereka memiliki pengaruh signifikan terhadap Parlemen ini. Sejauh ini telah terjadi beberapa upaya dari blok Oposisi untuk meningkatkan pengaruh mereka, tetapi sulit untuk berhasil.

Hal ini tidak menghalangi anggota parlemen dari Madang, Bryan Kramer, membentuk partai politik baru.

Dihentikannya penyelidikan atas kasus penipuan terhadap Peter O'Neill pada akhir tahun lalu telah menyebabkan beberapa oknum mengungkapkan keprihatinan mereka tentang kualitas keseluruhan pemerintahan di PNG. Meskipun, secara teknis, kasus ini masih dapat dibuka kembali, namun tampaknya tidak akan terjadi.

Kekhawatiran lain yang diusung dari tahun 2017 adalah tentang keadaan ekonomi negara tersebut. Peter O'Neill dan bendaharanya, Charles Abel, tetap optimis, pejabat pemerintah lainnya telah menunjukkan beberapa masalah serius yang dapat menjadi pertanda buruk bagi masa depan.

Pada bulan November tahun ini PNG akan menjadi tuan rumah APEC di Port Moresby. Pemerintah menganggap kegiatan ini sebagai sebuah pencapaian diplomatik yang signifikan bagi negara tersebut, masih ada beberapa pertanyaan yang diajukan secara lebih luas tentang manfaat pembangunan jangka panjang dari kegiatan ini.

Tahun ini akan menjadi tahun penuh satu-satunya Perdana Menteri baru Rick Hou di Kepulauan Solomon yang terpilih untuk posisi tersebut akhir tahun lalu, setelah Manasseh Sogavare digulingkan.

Ada harapan besar bagi PM Hou mengingat pengalamannya yang luas dan komitmennya terhadap prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik. Namun, sulit untuk melihat apa yang dapat dia capai pada tingkat mendasar dalam periode waktu yang singkat sebelum Kepulauan Solomon melakukan pemilihan umum putaran berikutnya.

Ada dua UU penting yang harus disahkan parlemen Kepulauan Solomon: yang pertama berkaitan de ngsebuah konstitusi baru yang mengatur sistem pemerintahan federal, dan yang lainnya adalah UU  anti-korupsi yang sangat kontroversial. PM Hou perlu memanfaatkan pengalaman manajemen keuangannya untuk menangani masalah-masalah yang timbul akibat arus kas pemerintah.

Di Vanuatu, pemerintah Salwai harus berusaha memanfaatkan kesuksesan setelah mengalahkan sebuah mosi tidak percaya dan reshuffle Dewan Menteri agar dapat meneruskan berbagai inisiatif. Peningkatan Pajak Pertambahan Nilai (dari 12,5% ke 15%) dan upah minimum (hingga VT 200 (AUD2.40) per jam dari sebelumnya (VT 170 per jam) diumumkan pada masa Natal, masing-masing mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari.

Yang lebih penting lagi, pemerintah Vanuatu telah mengesahkan sebuah rencana pajak yang kontroversial dan mulai menerapkan kerangka kerja yang memungkinkan mereka melakukan pengenalan pajak penghasilan perusahaan dan pribadi di masa depan.

Setelah tahun 2017 yang penuh gejolak di Tonga, 'Akilisi Pohiva telah kembali terpilih sebagai perdana menteri.

Namun, peristiwa tahun lalu akan terus membayangi, setidaknya karena mereka mengungkapkan (atau membenarkan) beberapa masalah struktural yang signifikan mengenai situasi pemerintah di Tonga. Selain itu, muncul kekhawatiran tentang kesehatan Pohiva dalam mnlanjutkan pemerintahan.

Akhirnya, Nauru akan merayakan 50 tahun kemerdekaan tahun ini, dan juga akan menjadi tuan rumah Pacific Islands Forum (PIF). Masih belum pasti apakan biaya pengajuan visa AUD 8.000 untuk wartawan akan diangkat selama  KTT PIF nanti.(dailypost.vu)

*Ditulis oleh Tess Newton Cain, seorang penulis artikel dan konsultan senior soal isu-isu Pasifik dari TNC Pacific Consulting

Reporter :Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Hub khusus usaha Pasifik akan dibuka di Festival Pasifika 2018 Auckland

Selanjutnya

Kepolisian Solomon berterimakasih atas bantuan Australia

Komen Saya

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua