<
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BBM Satu Harga, menjawab keluhan jauhnya perbedaan harga antar daerah
  • Kamis, 11 Januari 2018 — 21:19
  • 1256x views

BBM Satu Harga, menjawab keluhan jauhnya perbedaan harga antar daerah

Pertemuan Pertamina dengan DPD RI beserta pengusaha SPBU Kompak - Jubi/Sindung

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Anggota DPD RI asal Papua, Charles Simaremare, mengungkapkan program BBM Satu Harga menjawab apa yang menjadi keluhan masyarakat Papua terhadap jauhnya perbedaan harga BBM di beberapa kabupaten pegunungan sehingga pemerintah pusat menganggarkan dana cukup besar untuk mensubsidi (biaya distribusi) BBM lewat Pertamina.

“Kami sering ditanya mengenai kesuksesan program ini. Untuk itu kami ingin mendengar dari berbagai pihak, termasuk lembaga penyalur dan dari Pertamina sendiri. Ternyata banyak masalah yang dihadapi,” ujar Simaremare, usai bertemu dengan jajaran Pertamina MOR VIII, kepada wartawan, Kamis (11/1/2018).

Masalah utama adalah mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap dengan BBM Satu Harga, dimanapun kita membeli BBM, harganya sama. 

“Ternyata tanggung jawab Pertamina hanya sampai di lembaga penyalur (APMS). Kalau sudah lewat dari situ, itu bukan kewenangan Pertamina. Tidak tahu itu kewenangannya siapa karena pemerintah daerah pun banyak yang lepas tangan sehingga harga BBM eceran susah terkontrol,” katanya. 

Simaremare  mengungkapkan apresiasinya tekait sudah ada lembaga penyalur (APMS) di delapan kabupaten.

“Jadi kalau mau beli BBM, belilah di lembaga penyalur,” lanjutnya.

Simaremare mengaku ada banyak hal yang masih perlu antara Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat, supaya harga BBM (khususnya eceran) bisa terkendali.

“Mungkin pemerintah daerah perlu menerbitkan SK Bupati mengenai batasan harga di tingkat eceran. Jadi penjual tidak seenak-enaknya pasang harag seperti sekarang,” katanya.

Menurut Simaremare tingginya harga BBM eceran di pegunungan harus diurai. Tetapi semua tidak akan berguna kalau antara pemda dan aparat keamanan tidak bersinergi. 

Menurut mantan anggota DPRD Papua ini, kebijakan Presiden Joko Widodo sudah sangat berpihak pada rakyat dan Pertamina sudah melakukan apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

“Kami akan tindaklanjuti dengan mengundang delapan kabupaten tersebut untuk duduk bersama guna menyatukan pandangan dan langkah yang harus kita buat bersama agar harga BBM bisa terkendali. Karena hraga BBM berdampak pada harga kebutuhan lainnya,” lanjutnya.

Manager Pemasaran PT Pertamina MOR VIII, Zibali Hisbul Masih, berharap Satgas BBM Satu Harga bisa diaktifkan kembali. Sebenarnya selama ini pihak kepolisian secara rutin minta data penyaluran BBM Satu Harga.

“Kami harap juga ada pengawalan terhadap program BBM Satu harga nasional,” katanya. (*)

Reporter :Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

OJK optimis tahun 2018 penyaluran KUR akan membaik

Selanjutnya

PDAM akan produksi air mineral kemasan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua