Object moved to here.

Papua | MRP Fokus selamatkan tanah dan rakyat Papua
<
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. MRP Fokus selamatkan tanah dan rakyat Papua
  • Selasa, 09 Januari 2018 — 21:43
  • 1187x views

MRP Fokus selamatkan tanah dan rakyat Papua

Ketua MRP tengah memberian arahan kepada anggota Majelis Rakyat Papua di ruang rapat Majelis Rakyat Papua - (Jubi/ Hengky Yeimo)
◕‿◕MRP bakal menyosialisasikan kepada orang asli Papua agar mempertahankan harga diri, terutama tanahnya tidak boleh dijual atau pun dikasihkan secara gratis kepada orang lain.◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib, mengatakan bakal fokus penyelamatan tanah dan rakyat Papua, pada periode ke dua MRP.

“Actionnya kami akan lakukan pada tahun ini. Kami selamatkan tanah orang Papua yang hilang dirampas habis oleh kaum kapitalis,” kata Timotius Murib kepada wartawan, Selasa(9/1/2018).

MRP bakal menyosialisasikan kepada orang asli Papua agar mempertahankan harga diri, terutama tanahnya tidak boleh dijual atau pun dikasihkan secara gratis kepada orang lain.

“Mengenai tanah adat kami akan merumuskan dan melakukan sosialisasikan kepada masyarakat adat dan kepada daerah agar mereka tidak lagi mejual tanah demi keselamatan generasi muda Papua,” kata Timotius menambahkan .

Tercatat pada Selasa  9 Januari, unsur pimpinan MRP dan seluruh anggotanya telah menyelenggarakan pleno perdana tahun 2018. Tomotius mengakui ada  beberapa agenda yang belum terlaksana pada periode lalu akan dikerjakan di periode sebagai program yang harus dilanjutkan.

Ahli Hukum Adat , Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih, Jayapura, Frans Reumi, menyatakan tanah adat Papua bagian dari fungsi sosial yang saat ini sedang dipaksa berubah ke dalam fungsi ekonomi.

“Tanah memiliki makna simbolik dan religius di masing-masing suku yang beragam di Papua, dan saat ini makna tersebut menghadapi tantangan perubahan fungsinya menjadi fungsi ekonomi,” ujar Reumi.

Ia  menyarankan seharusnya kemajemukan suku-suku di masing-masing wilayah adat Papua menjadi kekuatan mempertahankan fungsi sosial tanah. “Namun sejauh ini belum ada konsolidasi dan penyatuan berbasis solidaritas,” kata Reumi menjelaskan.

Menurut dia masing-masing  teritori adat masih bergerak sendiri sehingga menjadi  tantangan bagaimana mengelola kesamaan dan perbedaan konsep melihat tanah yang seharusnya menjadi kekuatan sosial bersama dalam berhadapan dengan arus perubahan. (*)

Reporter :Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Jayapura bakal lindungi pelaku entrepreneur asli Papua

Selanjutnya

OPD Kota Jayapura dirampingkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua