<
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Nelayan asli Papua diharap bisa dilindungi pergub
  • Senin, 08 Januari 2018 — 18:07
  • 1485x views

Nelayan asli Papua diharap bisa dilindungi pergub

Ilustrasi ikan hasil tangkapan nelayan di Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua yang dibuang lantaran tidak ada tempat penampungan - Jubi. Dok
◕‿◕"Misalnya di Kabupaten Mimika, PT Pangan Sari harus membeli ikan dari nelayan di sana," kata John Gobai ketika menghubungi Jubi, Senin (8/1/2018).◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Anggota DPR Papua dari jalur 14 kursi daerah pemilihan wilayah adat Meepago, John NR Gobai, mengatakan nelayan tradisional/lokal asli Papua perlu dilindungi dengan peraturan gubernur (pergub) tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan lokal/tradisional, yang mengatur zona mencari ikan, tempat pemasaran atau harus ada penampungan yang membeli ikan dari nelayan tradisional, dan lainnya.

"Misalnya di Kabupaten Mimika, PT Pangan Sari harus membeli ikan dari nelayan di sana," kata John Gobai ketika menghubungi Jubi, Senin (8/1/2018).

Menurutnya, ketika melakukan kunjungan kerja ke Mimika, beberapa hari lalu, ia bertemu dengan masyarakat suku Kamoro di Kampung Kekwa, Distrik Mimika Tengah.

"Kondisi perikanan di sana memprihatinkan. Masyarakat susah mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM), untuk membeli BBM, mereka harus ke SPBU Nawaripa Timika, dengan jarak tempuh dari Pomako 15 kilometer. Nelayan di wilayah itu juga tidak memiliki pasar layak," ujarnya.

Menurutnya, hingga kini belum ada regulasi daerah yang mengatur zona mencari ikan untuk nelayan lokal dan nonlokal. Padahal, jika dilihat dari jumlah kapal ikan dan perahu motor yang mencapai 200 lebih, tidak seimbang dengan perahu tradisional suku Komoro dan Asmat.

"Perlindungan nelayan tradisional suku Komoro dan Asmat harus segera dilakukan secara strategis, dengan regulasi daerah," katanya.

Kata Gobai, ia akan melaporkan hal ini kepada ketua DPR Papua, dan berkoordinasi dengan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, karena masalah seperti ini tidak hanya di Mimika, tapi juga di beberapa kabupaten lain di Papua.

Kesulitan memasarkan ikan hasil tangkapan, juga dikeluhkan nelayan di Distrik Waan, Kabupaten Merauke. Ribuan ikan hasil tangkapan nelayan setempat terpaksa dibuang atau dikuburkan, karena sulit dipasarkan dan keterbatasan tempat penampungan.

"Nelayan juga tidak bisa membuat ikan asin karena sulit mendapatkan garam. Kami hanya mengambil gelembungnya saja. Jenis ikan macam-macam, antara lain kakap dan mubara,” kata salah satu nelayan Waan, Abukasim Maswatu kepada Jubi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, setiap hari nelayan beberapa kampung di Distrik Waan melepas pukat, dan hasil tangkapannya bisa mencapai puluhan ton. Namun ikan-ikan itu sulit dijual. (*)

Reporter :Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Komisioner KPU Papua: Belum ada penyelenggara terindikasi tak netral

Selanjutnya

Koalisi Papua Bangkit daftarkan LukMen ke KPU

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell