<
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Warga kampung Toladan terima pembagian kelambu
  • Minggu, 07 Januari 2018 — 21:16
  • 1215x views

Warga kampung Toladan terima pembagian kelambu

Ketua RT 02 kampung Toladan, Kila Pella, saat membagikan kelambu kepada warganya - Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Warga RT 02 RW II kampung Toladan distrik Sentani Timur kabupaten Jayapura menerima pembagian kelambu.

Ketua RT 02 kampung Toladan, Kila Pella, mengatakan pembagian kelambu seharusnya dilakukan bulan Desember. Namun karena banyak kegiatan di bulan itu, kelambu baru bisa dibagikan bulan Januari.

"Kelambu ini sudah diantar dari bulan Desember. Karena warga sibuk dengan natal, jadi baru sekarang dibagikan," kata Kila, saat ditemui Jubi, di Sentani, Minggu (7/1/2018).

Kila menambahkan kelambu ini diberikan oleh puskesmas Sentani Kota kepada masyarakat di wilayahnya.

"Kami dapat dari puskesmas. Ini sudah merupakan program tahunan dan kami bagi ini kelambu tahun 2017 punya," ucap Kila Pella.

Kila juga menjelaskan kelambu anti nyamuk yang dibagikan ini ada tiga karung, yang masing-masing karung berisi 50 buah kelambu.

"Saya pikir kelambu yang diberikan ini sangat kurang karena jumlah penduduk saya ada sekitar 300 KK. Saat ini yang sudah datang mengambil kelambu itu ada 71 kepala keluarga. Masih ada yang belum datang ambil," ucap Kila.

Pella menjelaskan pembagian kelambu ini diberikan hanya kepada keluarga yang memiliki anak. Hal ini dilakukan karena kekurangan kelambu.

"Saya bagi satu keluarga itu satu. Saya tidak bisa bagi banyak seperti di tahun 2014, yang satu keluarga bisa terima 2 atau 3 kelambu,” ujarnya.

Ia juga berharap tahun 2018 ini Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dapat memberikan bantuan kelambu lebih dari yang sebelumnnya karena jumlah penduduk makin bertambah bukan berkurang.

“Kalau bisa Dinas Kesehatan itu kasih kelambu lebih banyak lebih bagus daripada kurang. Banyak warga yang belum dapat kelambu. Kalau bisa pembagian kelambu itu dihitung sesuai jumlah kamar di setiap rumah warga,” kata Pella berharap.

Ia juga menjelaskan untuk menekan angka malaria di Kabupaten Jayapura pemerintah harus melakukan penyemprotan di semua wilayah, bukan hanya di lingkungan dalam kota saja. Penyemprotan itupun harus dilakukan juga di pinggiran kota Sentani.

“Tahun ini saya lihat penyemprotoan itu dilakukan hanya di dalam kota saja. Kalau bisa itu masuk ke lorong-lorong seperti di kampung Toladan ini dan lokasi-lokasi lainnya, agar angka malaria di kabupaten berkurang,” tutur Kila.

Ia juga mengatakan kelambu yang diberikan ini untuk digunakan dan bukan untuk diperjualbelikan kepada orang lain.

“Ini pemerintah datang kasih untuk dibagikan ke masyarakat dan bukan jual. Jadi warga harus semua dapat dan gunakan kelambu ini, bukan untuk dijual lagi. Saya hanya tugas membagikan saja,” katanya menutup pembicaraan.

Seorang warga kampun Toladan, Jekson Mirin, mengatakan walau aturannya hanya yang berkeluarga yang mendapatkannya namun ia juga harus mendapatkannya.

"Meski masih sendiri, saya juga harus dapat. Ne gara-gara nyamuk gigit bikin saya tambah sakit jadi saya harus minta," ucap Jekson.

"Saya sudah sakit malaria tambah malaria lagi ini ada gigitan nyamuk banyak sampe ada bekas bekas gigitan ini," ujarnya menambahkan. (*)

Reporter :Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

RSUD Paniai kembali melayani di poli umum

Selanjutnya

RSUD Paniai mengakui sering kekurangan obat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua