Object moved to here.

Papua | Legislator nilai pilgub Papua tak berpotensi konflik
<
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator nilai pilgub Papua tak berpotensi konflik
  • Minggu, 07 Januari 2018 — 18:16
  • 1164x views

Legislator nilai pilgub Papua tak berpotensi konflik

Ilustrasi Pilgub Papua – Jubi.dok
◕‿◕"Saya menilai pemilukada Papua, terutama pilgub biasa-biasa saja, sama seperti daerah lain, tidak luar biasa. Saya heran kalau pemilukada Papua hanya dilihat dari sisi konfliknya," ujarnya kepada Jubi, pekan lalu.◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Papua, salah satu provinsi di Indonesia yang disebut berbagai pihak rawan konflik ketika pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub), pada pemilukada serentak tahun ini.

Namun anggota Komisi I DPR Papua yang membidangi pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa mengatakan, jangan selalu pemilukada di Papua, terutama pilgub berpotensi konflik, karena secara pribadi ia tidak melihat hal itu.

"Saya menilai pemilukada Papua, terutama pilgub biasa-biasa saja, sama seperti daerah lain, tidak luar biasa. Saya heran kalau pemilukada Papua hanya dilihat dari sisi konfliknya," ujarnya kepada Jubi, pekan lalu.

Menurut politikus Partai NasDem itu, kini ada pasangan bakal calon anak asli Papua yang disebut-sebut akan diusung partai politik dalam pilgub Papua.

"Saya yakin, kedua pasangan bakal calon ini dewasa. Kedewasaan itu penting, saya harap itu juga diikuti tim sukses, karena kadang kandidat dewasa, tapi tim sukses yang menciptakan konflik," katanya.

Sukses tidaknya pemilukada lanjut, ditentukan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan, di antaranya pasangan calon, tim sukses (timses) dan penyelenggara.

"Saya pikir, kalau semua jalan sesuai aturan, terutama mereka yang terkait dengan pelaksanaan misalnya KPU, bawaslu atau panwas, aparat keamaan, kandidat dan tim suksesnya, pemilukada akan berjalan sesuai yang diinginkan," ucapnya.

Katanya, konflik dalam pemilukada, dapat terjadi kalau ada yang berupaya menciptakannya. Misalnya mengintervensi penyelenggara untuk kepentingan politik kelompok tertentu, penyelenggara tidak netral atau memihak kepada salah satu pasangan calon.

Direktur Center for Election and Political Party (CEPP) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Dr. Edward Kocu mengatakan hal senada.

Edwar secara pribadi tidak sependapat, jika ada yang menilai pilgub Papua dan pemilukada tujuh kabupaten di Papua tahun ini, berpotensi konflik.

"Saya tidak melihat itu. Bagi saya, konflik itu akan terjadi kalau elite politik tidak dewasa, tidak cerdas, tidak santun, dan tidak berintegritas dalam berpolitik," kata Edward kepada Jubi belum lama ini.

Katanya, ada dua hal dalam pemilukada yang dapat menyebabkan konflik. Pertama, rendahnya kesadaran atau pendidikan politik para elite politik, hanya siap mencalonkan diri untuk menang, tidak siap kalah. Hal kedua adalah penyelenggara yang tidak melaksanakan tugas sesuai mekanisme dan aturan.

Dari sisi penyelenggara, Ketua KPU Papua, Adam Arisoi mengatakan, pihaknya terus melakukan penguatan kepada KPUD di Papua, jelang pelaksanaan pemilukada tujuh kabupaten dan pilgub Papua tahun ini.

"Kalau penyelenggara jadi sumber konflik, kami berhentikan. Itu komitmen. Daripada saya yang diberhentikan, kamu yang saya berhentikan," kata Adam beberapa waktu lalu. (*)

Reporter :Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Ini solusi legislator untuk penyelesaian pelanggaran HAM Papua

Selanjutnya

Polda Papua gencar sosialisasi pemilukada damai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua