<
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana studi akhir mahasiswa Tolikara di Manado ditunda 
  • Sabtu, 06 Januari 2018 — 18:22
  • 2224x views

Penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana studi akhir mahasiswa Tolikara di Manado ditunda 

Saat pemeriksaan anggota Bareskrim Polsek Malalayang di Manado, untuk kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan studi akhir mahasiswa Kabupaten Tolikara - Jubi/Piter

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yahukimo, Jubi - Penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan studi akhir mahasiswa Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, di kota studi Manado, Provinsi Sulawesi Utara, ditunda. Penyelidikan tersebut sebelumnya sempat berlangsung selama dua jam di kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Malalayang, Manado, Jumat (5/1/2018).

Pengarah Organisasi Ikatan Mahasiswa Tolikara (IMT) di kota studi Manado, Yalli Kogoya, mengatakan penundaan dikarenakan ketidakhadiran salah satu senior terlapor yang dituding sebagai pengguna dana.

“Pemeriksaan terhadap dua senior terlapor yang mengklaim diri sebagai pengurus IMT ditunda, karena ketidakhadiran yang bersangkutan YW yang diduga mentransfer uang, dan YW (nama berbeda dengan inisial yang sama), sebagai penerima dana. Yang penerima dana ini tidak hadir," kata Yalli.

Menurut keterangan Yalli yang juga sebagai pelapor perkara, penyelidikan dilakukan berdasarkan bukti data surat keterangan (SK) Bupati Kabupaten Tolikara, Nomor 188.4/94/ Tahun 2017, tentang penetapan pemberian bantuan dan penerima bantuan pembina dan pengendali organisasi IMT, pemondokan, dan biaya penyelesaian studi akhir mahasiswa Kabupaten Tolikara 2017. 

“Mereka berdua kami laporkan ke polisi, setelah itu segera dilakukan pemeriksaan. YW yang menerima dana mengaku sebagai badan pengurus IMT. Ia membawa data ke Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Tolikara. Kemudian dana tersebut ditransfer ke rekeningnya sebanyak tiga kali, dalam kurun waktu yang berbeda pada 13, 17, dan 20 Oktober 2017, sebesar Rp244 juta,” urai Yalli. 

Lanjutnya, sesuai petunjuk dan SK bupati, penggunaan dana pemondokan dan bantuan studi akhir di antaranya biaya pemondokan Rp100 juta dibagi untuk empat kontrakan asrama, masing-masing dua asrama Manado, satu asrama di Tondano, dan satu asrama di Politeknik Kairagi. Setiap asrama sebanyak Rp25 juta.

"Sementara data mahasiswa strata satu (S1) berjumlah 22 orang dengan dana sebanyak Rp88 juta. Itu dibagikan per orang Rp4 juta. Untuk strata dua (S2) ada 9 orang dengan jumlah uang Rp81 juta, juga diberikan per orang Rp9 juta. Namun pembagian tidak sesuai petunjuk dan SK bupati," jelasnya.

Menurut Yalli, penerima bantuan tahun 2017, juga tidak sesuai dengan aturan organisasi. "Dan yang menerima hanya dari satu distrik, yaitu Distrik Kembu. Kami tidak terima apa yang dilakukan kedua senior itu, sehingga kami melapor ke Polsek Malalayang, agar keduanya bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus IMT, Timiles Enembe, berharap Pemerintah Kabupaten Tolikara, dapat mengubah metode pengiriman dana bantuan studi akhir, untuk menghindari penyelewengan.

“Kami pernah meminta agar metode pengiriman bantuan studi harus melalui rekening badan pengurus ikatan. Kemudian ditransfer ke rekening masing-masing mahasiswa, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pintanya.

Namun, lanjut Timiles, pemerintah tidak mengindahkan permintaan mereka tersebut. "Karena itu penggelapan dan penyalahgunaan dana terus terjadi. Kasus serupa bukan hanya sekali ini. Di beberapa kota studi lain juga sering terjadi,” katanya. (*)

Reporter :Piter Lokon
piter@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pembangunan infrastruktur dasar untuk hilangkan kawasan terisolasi

Selanjutnya

KPU Jayawijaya mulai tempati kantor baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua