Object moved to here.

Papua | Tewas di Pos TNI, Kodam tuding korban ingin serang pos
<
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tewas di Pos TNI, Kodam tuding korban ingin serang pos
  • Rabu, 03 Januari 2018 — 19:52
  • 2057x views

Tewas di Pos TNI, Kodam tuding korban ingin serang pos

Ilustrasi ,Jubi/Dok
◕‿◕Menurut Kapendam  salah satu penyerang  berusaha merebut senjata dari anggota.◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Kepala penerangan daerah militer  XVII Cendrawasih, Kol Inf Muhammad Aidi, menyatakan peristiwa kekerasan TNI Pos Maleo yang bertugas di Nduga berawal dari upaya penyerangan post TNI oleh sejumlah warga sipil dengan senjata tajam.

“Empat warga menyerang anggota post menggunakan senjata tajam,” kata Muhammad Aidi, saat dimintai keterangan Jubi, (3/1/2017)

Menurut Kapendam  salah satu penyerang  berusaha merebut senjata dari anggota. “Saat itu, terjadi duel anggota TNI dan korban,” kata Muhammad Aidi, menambahkan.

Ia menjelaskan anggota TNI sempat mengeluarkan tembakan melumpuhkan salah satu penyerang  yang ia sebut bernama  Apenangge Kogoya.  Saat itu korban penganiayaan aparat TNI mendatangi ke pos  yang sedang mengelar open house.

Komentar Kapendam itu berbeda dengan pernyataan Aktivis Hak Asasi Manusia Kabupaten Nduga, Wene Talenggen, yang mengatakan korban kekerasan anggota TNI Pos Maleo bernama Anekanus Kemaringi, berusia 22 tahun.

Wene menceritakan korban bersama kedua rekannya awalnya diterima komandan pos dan satu anggota. “Komandan pos sempat bercerita dengan korban dan rekannya di lobi,” kata Wene.

Korban yang ia sebut  Anekanus Kemaringi  sebelumnya sempat duduk nonton televisi. Anekanus saat itu pegang parang dan diminta oleh komandan pos keluar ruangan. “Saat itu terjadi adu mulut dan slaing dorong. Saat jatuh, parang korban kena komandan tangannya teriris dan berdarah," kata Wena menambahkan.

Ia mengaku ada anggota TNI mengeluarkan tembakan peringatan dan mulai menganiaya korban. Sedangkan kedua teman korban yang duduk di lobi post lari meninggalkan post. Mereka lari lantaran rekan korban yang berusaha lari ditangkap dengan tembakan peringatan.

"Sedangkan Anekanus, ditarik ke depan pos oleh  6 Anggota TNI dari Koramil datang tambah Aniaya korban hingga tewas," katanya.

Anekanus menghembuskan nafas kurang lebih pukul 15 sore. Keluarga korban yang mengetahui Anekanus tewas pada hari berikutnya, tepatnya 2 Januari, keluarga korban melakukan upaya-upaya mendapatkan jenazah korban namun tidak berhasil hingga sore.

Catatanya  menyebutkan mayat Anekanus masih ditahan dalam pos TNI, sejak tanggal 1 sampai 2 siang . beberapa tokoh dan intelektual, koordinasi dengan TNI sehingga mayat bisa dikeluarkan jam 5 sore tanggal 2 Januari 2018. (*)

Reporter :Benny Mawel
Editor : Edi Faisol
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

PDIP dalam waktu dekat akan tentukan bakal calon Pilgub Papua

Selanjutnya

Hak dasar rakyat Papua masih diabaikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua