<
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Perbatasan RI-PNG menjadi destinasi wisata dadakan
  • Sabtu, 30 Desember 2017 — 17:47
  • 2648x views

Perbatasan RI-PNG menjadi destinasi wisata dadakan

Salah satu pemandangan diwilayah perbatasan RI-PNG, Wutung dari ketinggian - Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Perbatasan negara antara Indonesia dengan Papua New Guinea (PNG) menjadi destinasi wisata baru saat libur. Kawasan di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura yang diresmikan Presiden RI, Joko Widodo pada 9 Mei 2017 lalu menarik masyarakat Kota Jayapura maupun dari luar Papua.

"Ini merupakan kali ketiga saya ke sini bersama keluarga. Tidak ada yang berbeda namun ketika menginjakkan kaki disini rasanya seperti baru pertama kali,” kata Marzuki Ismail, Warga Kota Jayapura kepada Jubi,  Sabtu (30/12/2027).

Izmail menyebutkan banyak objek yang membuat ia dan warga lain sekedar swafoto di lokasi perbatasan antar neara itu. Pantauan Jubi, ribuan masyarakat tumpah ruah hanya untuk sekedar melihat perubahan yang telah dilakukan Pemerintah Papua mempercantik wilayah di perbatasan tersebut.

Briand Bouwn pria keturunan Belanda pun juga takjub dengan keindahan diwilayah perbatasan RI-PNG khususnya di Skouw. Menurutnya, destinasi wisata ini harus tetap terjaga dan dirinya berharap masyarakat yang berkunjung di tempat tersebut dapat menjaga kebersihan.

"Sayang kalau tempat sebagus ini akhirnya hilang keindahan akibat ulah masyarakat yang tidak membuang sampah pada tempatnya," kata Briand.

Ia kagum dengan aktivitas yang dilakukan kedua negara tersebut, ketika masyarakat dari Papua Nugini selalu hilir mudik melakukan transaksi di pasar perbatasan yang berlokasi di Indonesia. "Saya sempat mendengar percakapan antara pedagang dari Indonesia dengan pembeli dari PNG,” katanya.

Keunikan yang menjadi perhatian dia saat interaksi antar masyarakat dua negara yang berbeda menggunakan bahasa isyarat  atau bahasa tubuh. “Mungkin sama-sama tidak saling mengerti bahasa penghubung," ujarnya.

Kiswanto, salah satu petugas keamanan yang menjaga pintu masuk perbatasan mengatakan, pintu masuk tersebut selalu dibuka setiap hari dan dimulai pada pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 WIT.

“Kalau waktunya pintu di tutup tidak ada masyarakat lagi yang melakuka penyeberangan ke PNG maupun sebaliknya,” kata Kiswanto .

Ia berharap para pengunjung bisa mentaati apa yang sudah menjadi ketentuan. (*)

 

Reporter :Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Jalan santai bertema kerukunan antarumat beragama digelar di Sentani

Selanjutnya

Penutupan parade budaya Papua sempat macetkan kota

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua