Object moved to here.

Papua | Ketua KPU Papua: Kesalahan pelaksanaan pemilukada, penyebab PSU
<
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ketua KPU Papua: Kesalahan pelaksanaan pemilukada, penyebab PSU
  • Kamis, 21 Desember 2017 — 20:22
  • 1314x views

Ketua KPU Papua: Kesalahan pelaksanaan pemilukada, penyebab PSU

Ilustrasi pelaksanaan pemilukada serentak 2017 di Papua - Jubi. Dok
◕‿◕"Rakyat ini kan sudah tahu, calon lain juga memantau. Kalau ada kesalahan dan diajukan ke panwas, panwas rekomendasikan ulang, kami ulang," katanya, Kamis (22/12/2017).◕‿◕

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Ketua KPU Papua, Adam Arisoi mengatakan, pemungutan suara ulang (PSU) terjadi dalam pemilukada di suatu daerah, karena ada kesalahan pelaksanaan.

Ia mengatakan, PSU terjadi karena ada sebabnya, atau ada sesuatu yang tidak beres yang dilakukan penyelenggara misalnya KPU atau calon, sehingga perlu diperbaiki.

"Rakyat ini kan sudah tahu, calon lain juga memantau. Kalau ada kesalahan dan diajukan ke panwas, panwas rekomendasikan ulang, kami ulang," katanya, Kamis (21/12/2017).

Menurutnya, PSU tidak hanya direkomendasikan panwas, melainkan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Artinya itu salah dan jangan terjadi dalam pemilihan. Kalau dibawa ke MK dan buktinya lengkap, MK perintahkan ulang. Berarti ada proses yang penyelenggara dan peserta harus ikuti aturan mainnya," ujarnya.

Katanya, dalam pelaksanaan pemilukada, eksekutor adalah KPUD kabupaten dan kota, karena mereka yang melakukan sosialisasi dan rekap tingkat bawah.

"Mereka perlu kami beri penguatan, sehingga dalam pelaksanannnya mereka bukan tampil sebagai pencipta konflik, tapi penyelenggara yang benar-benar independen," katanya.

Selain itu lanjut Adam, jelang pelaksanaan pemilukada, masyarakat juga harus terus diimbau, dalam memilih calon adalah tanggung jawab sebagai warga, sehingga diharapkan pilkada berjalan aman, baik dan damai.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, Pdt. Lipius Biniluk mengatakan, pihaknya siap membantu pelaksanaan pemilukada damai di Papua, 2018 mendatang melalui sosialisasi.

"Ketika hari H semua warga yang punya hak pilih datang, tidak boleh ada konflik, karena masyarakat adalah umat yang kami layani dan calon-calon juga umat yang kami layani," kata Lipius Biniluk belum lama ini.

Menurutnya, boleh saja ada pihak beranggapan Papua rawan konflik pada pemilukada mendatang, namun penilaian ini harus ditepis.

"Kami berusaha tepis itu, dan kami optimis komunikasi yang dibangun akan menghasilkan pemilukada aman dan damai. Apa yang perkirakan tidak akan terjadi. Kami ingin buat itu," ucapnya. (*)

Reporter :Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

KPU Papua beri penguatan kepada KPUD kabupaten dan kota

Selanjutnya

Pendanaan PON diharap tidak membebani APBD

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua