<
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Kesehatan penghuni panti lansia Pos VII, butuh penanganan serius
  • Rabu, 13 Desember 2017 — 18:20
  • 616x views

Kesehatan penghuni panti lansia Pos VII, butuh penanganan serius

Lansia saat diberikan makan pada acara natal bersama istri karyawan PT PLN Persero Papua dan Papua Barat. – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Petugas kesehatan di Panti Bina Lansia Pos VII Sentani kabupaten Jayapura, Tamrin, mengatakan pelayanan yang diberikan pihak panti kepada penghuni panti sudah maksimal namun ada beberapa kendala yang ditemui dalam melayani para lansia.

Ia mengatakan salah satu masalah serius yang dihadapi adalah ketika berobat di rumah sakit, biaya lainnnya tidak ada namun biaya beli obat di luar rumah sakit ini yang menjadi beban.

“Biasanya ada obat tak terduga, jadi kami mengalami kesulitian disini dalam biaya beli obat,” kata Tamrin yang sudah bekerja 15 tahun bekerja dip anti lansia ini.

Salah satu contohnya, pengobatan berat seperti operasi digratiskan namun obat tetap harus dibeli.

“Kami mau beli obat di luar inilah yang jadi berat. Kadang harus tebus Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Itu yang berat, jadi kami lapor ke pimpinan,” tutur Tamrin, kepada Jubi di Sentani, Rabu (13/12/2017).

Ia menjelaskan pihaknya mendapatkan bantuan dari Poltekes Jayapura dalam melakukan praktek ke panti jompo. Ini ada bantuan yang dibawa oleh mereka.

“Mereka membawa obat –obatan yang ala kadarnya untuk membantu lansia di sini ya seperti obat apa yang cocok buat lansia itu,” ujarnya.

Tamrin menjelaskan lansia di panti yang telah dipangil Tuhan rata-rata karena penyakit asma dan tekanan darah tinggi.

“Bagaimana lansia mereka mengatur pola makan dan untuk di dapur sudah diatur bumbu-bumbu itu karena tidak semua lansia itu bibir mereka tidak sama, ada yang tidak suka asin, ada yang suka asin-asin jadi sudah disterilkan untuk di dapur,” kata Tamrin.

Tamrin  berharap tahun mendatang Pemerintah provinsi Papua lebih memperhatikan panti ini khususnya untuk layanan kesehatan kepada penghuni panti, agar orang tua ini semua terjamin kesehatannya.

“Saya harap pemerintah menaikan biaya kesehatan, karena 3-4 tahun ini saya menghadapi hambatan itu di bagian kesehatan. Jika satu orang sakit biayanya Rp 400 ribu, terus kalau banyak yang sakit, berapa biaya yang harus dikeluarkan. Kita tahu dana kesehatan itu besar tapi yang didapatkan disini itu kecil. Jadi kami mohon untuk tahun 2018 kesehatan lansia ini lebih diperhatikan,” tuturnya.

Koordinator profesi stase keperawatan komunitas, Fransiska B. Batticaca, mengatakan kasus yang paling banyak ditemukan di panti lansia adalah hipertensi.

“Hal ini perlu dilakukan penanganan serius. Kalau tidak bisa kena di jantung, stroke, dan jatuh. Untuk menangani masalah tersebut diperlukan pemahaman yang baik,” jelasnya.

Fransiska mengatakan harus ada tenaga kesehatan yang profesional bagian ners dan ahli gizi yang menangani panti agar nutrisi lansia dapat dikontrol. (*)

Reporter :Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Beberapa sekolah di Jayapura mulai gunakan E-raport

Selanjutnya

Lomba menyanyi SD se kabupaten Jayapura untuk sambut Natal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua