<
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Kematian Isak Dermuye Kua, John Gluba: Itu pelanggaran HAM
  • Selasa, 28 November 2017 — 15:24
  • 1064x views

Kematian Isak Dermuye Kua, John Gluba: Itu pelanggaran HAM

Tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze, sedang berikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Seorang tokoh Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze, angkat bicara setelah tewasnya Isak Dermuye Kua (23) tahun, warga kampung Woner, distrik Kimaam, yang diduga dianiaya beberapa oknum anggota TNI Yalet pada Minggu (19/11/2017).
“Ingat, nyawa manusia adalah aset bangsa. Jadi, setiap nyawa orang, agar tidak hilang secara cuma-cuma. Kalau hanya masalahnya korban meneguk ‘perangsang’  dan melakukan aksi protes, harusnya disadarkan dan dikembalikan kepada kepolisian. Bukan melakukan tindakan penganiayaan hingga meninggal. Ini sama saja seperti kita menembak nyamuk menggunakan meriam,” kata John Gluba, saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan, Senin (27/11/2017).
John Gluba kembali mempertanyakan apakah saat korban Isak membuat keributan, polisi minta bantuan TNI?.

“Kan, tak ada surat maupun permintaan secara langsung. Harusnya jika ada keributan, TNI berkoordinasi dengan polisi sehingga cepat  menangani,” katanya.

Ditegaskan, kasus kematian Izak adalah bentuk pelanggaran Hak Assai Manusia (HAM).

“Saya kira semua orang memiliki hak hidup dan jika sampai dianiaya hingga meninggal, sudah kategori pelanggaran HAM. Ini kenyataan dan tidak bermaksud memperbesar kasusnya. Saya berharap agar tak ada lagi daftar korban meninggal akibat penganiayaan dilakukan,” pintanya.

“Kami tak ingin mengungkit dan menyalahkan siapapun. Tetapi semua orang harus lebih bersabar membentuk diri. Kejahatan datang akibat kita tak sanggup mengolah organ tubuh dengan baik,” tuturnya.

Dikatakan, pihaknya menyayangkan kasus penganiayaan hingga mengakibatkan korban Isak meninggal dunia.

“Ya, saya serahkan kasusnya kepada komandan dari prajurit TNI tersebut untuk diproses sesuai aturan hukum,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, jika kematian Isak masuk dalam kasus subversi, tentunya semua pihak tak berani masuk ke ranah itu. Namun kalau Kimaam dalam keadaan tertib sipil, lalu ada tindakan penganiayaan oleh oknum TNI, toleransi apa yang harus diberikan.

“Kan semua orang tahu, Kimaam bukan masuk daerah operasi. Sehingga ketika menghilangkan nyawa manusia, apapun bentuk argumentasi yang diperdebatkan, sudah masuk dalam kategori pelanggaran HAM,” tegasnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut dan para pelaku harus diproses hukum.

“Ini bentuk pelanggaran HAM. Karena seorang masyarakat sipil telah dianiaya hingga tewas oleh beberapa oknum anggota TNI di Kimaam beberapa waktu lalu,” katanya. (*)

Reporter :Ans K
Editor : Dewi Wulandari
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pasca kematian Isak Dermuye Kua, oknum anggota TNI diduga ancam keluarga korban

Selanjutnya

Pemkab Merauke didesak bangun jalan Bian-Okaba

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua